Perbedaan Zakat, Infaq dan Shodaqoh

 

Perbedaan-Zakat-Infaq-dan-SedekahZakat secara bahasa (lughat), berarti: tumbuh; berkembang dan berkah (HR. At-Tirmidzi) atau dapat pula berarti membersihkan atau mensucikan. (QS. At-Taubah: 10)

Seseorang yang membayar zakat karena keimanannya nicaya akan memperoleh kebaikan yang banyak. Allah SWT berfirman: Pungutlah zakat dari sebagian kekayaan mereka dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka. (QS. At-Taubah: 103)

Sedangkan menurut terminologi syariah (istilah syara), zakat berarti kewajiban atas harta atau kewajiban atas sejumlah harta tertentu untuk kelompok tertentu dalam waktu tertentu.

Sementara pengertian infaq adalah mengeluarkan harta yang mencakup zakat dan non zakat. Infaq ada yang wajib dan ada yang sunnah. Infaq wajib di antaranya zakat, kafarat, nadzar, dan lain-lain. Infak sunnah di antaranya, infak kepada fakir miskin sesama muslim, infak bencana alam, infak kemanusiaan, dan lain-lain. Terkait dengan infak ini Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim ada malaikat yang senantiasa berdoa setiap pagi dan sore: Ya Allah berilah orang yang berinfak, gantinya. Dan yang lain berkata: Ya Allah jadikanlah orang yang menahan infak, kehancuran.

Adapun Shodaqoh dapat bermakna infak, zakat dan kabaikan non materi. Dalam hadits Rasulullah SAW memberi jawaban kepada orang-orang miskin yang cemburu terhadap orang kaya yang banyak bershadaqoh dengan hartanya, beliau bersabda: Setiap tasbih adalah shodaqoh, setiap takbir shodaqoh, setiap tahmid shodaqoh, setiap tahlil shodaqoh, amar maruf shodaqoh, nahi munkar shodaqoh dan menyalurkan syahwatnya pada istri shodaqoh. Dan shodaqoh adalah ungkapan kejujuran (shiddiq) iman seseorang.

Selain itu, ada istilah shodaqah dan infaq, sebagian ulama fiqh, mengatakan bahwa sadaqah wajib dinamakan zakat, sedang sodoqah sunnah dinamakan infaq. Sebagian yang lain mengatakan infaq wajib dinamakan zakat, sedangkan infaq sunnah dinamakan shodaqoh.

Tags:

About

View all posts by